Minggu, 08 Januari 2012

USG


I.       PENGERTIAN
USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonic, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonic mulai diterapkan dalam bidang kedokteran.

II.    PENGGUNAAN
  1. Ultrasonic dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultasonik dalam menghancurkan sel sel atau jaringan “berbahaya” ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri dada)
  2. Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonic dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonic melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titik titik berintensitas rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika, menyempurnakan alat temuan  Dussik.
Tahun 1949, John Julian Wild, ahli bedah Inggris yang bekerja di Medico Technological Research Institute of Minnesota, berkolaborasi ddngan John Reid, seorang teknisi dari National Cancer Institute.  Mereka melakukan investigasi terhadap sel-sel kanker dengan alat ultrasonic. Beberapa jenis alat yang dibuat untuk kepentingan investigasi tersebut antara lain B-mode ultrasiound.transduser/alat pemindai jenis A-mode transvaginal, dan transrectal. Prinsip alat alat tersebut mengacu pada system radar. Oleh sebab itu mereka kemudian menyebutnya sebagai Tissue Radar Machine (mesin radar untuk deteksi jaringan). Beberapa hasil penelitian lanjutan yang cukup penting dalam bidang obstetric ginekologi antara lain ditemukannya metode penentuan ukuran janin (fetal biometry), tehnologi transduser/alat pemindai digital, transduser dua demensi dan tiga dimensi modern penghasil tampilan gambar jaringan yang lebih focus, dan penentuan jenlis kelamin janin dalam kandungan (Fetal Anatomic Sex Assignment/FASA).
Teknologi transduser digital sekira tahun1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonic yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas.
Penemuan computer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu tehnologi ini, Gelombang ultrasonic akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser, kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam computer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layer monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti ilnilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
  1. Peggunaan Dalam Kehamilan
a.       Konfirmasi kehamilan
Embrio dalam kandungan kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 5 minggu dan DJJ pada usia 7 minggu.
b.      Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan menggunakan ukuran tubuh fetus sehingga dapat memperkirakan kapan tanggal persalinan.
c.       Menilai pertumbuhan  dan perkembangan bayi dalam kandungan
d.      Ancaman keguguran jika terjadi perdarahan vaginal, USG dapat menilai kesehatan fetus.
e.       Placenta bermasalah, USG bisa menilai kondisi placenta, masalah-masalah placenta ( Placenta Previa )
f.       Kehamilan ganda
g.      Mengukur cairan ketuban
h.      Kelainan letak ( letsu, letli, let. muka, dll ), kelainan janin ( hydrocepalus, ancepalus, kelainan jantung, kromosom, bibir sumbing ).
i.        Mengetahui jenis kelamin


III. KAPAN  SEBAIKNYA USG DILAKUKAN ?
Ø  Umumnya pada kehamilan minggu ke 7 untuk memastikan kehamilan, menilai detak jantung janin, mengukur panjang janin, untuk menilai usia kehamilan.
Ø  USG selanjutnya dilakukan pada kehamilan  18 – 21, untuk menilai kelainan conginital, kelainan bentuk, posisi, placenta, DJJ, juga untuk menilai perkembangan janin. Pada pemeriksaan di minggu ini,  anda mungkin dapat juga mengetahui jenis kelamin bayi anda.
Ø  USG yang ketiga dilakukan pada kehamilan minggu ke 34 untuk mengevaluasi ukuran fetus dan menilai pertumbuhan fetus, pergerakan dan pernafasan, detak jantung bayi juga jumlah air ketuban di sekeliling bayi serta posisi bayi dan placenta.

IV. CARA KERJA
Dalam bagian pengantar telah dijelaskan secara singkat mengenai cara kerja dari USG yang mempergunakan alat yang disebut transduser di mana di dalam USG gelombang ultrasonic akan melalui proses berikut, pertama, gelombang akan diterima trasnduser,. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam computer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Ultrasionography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal sampai saat ini.
Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa membuat sayatan atau luka (non-invasive).
Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik pendeteksian hasil itu sendiri untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI. Oleh karena itu USG memerlukan computer untuk menyempurnkan hasil yang ditampilkan. Perkembangan tranduser ultarasonik dengan kemampuan resolusi yang baik, diikuti dengan makin majunya teknologi computer digital serta perangkat lunak pendukungnya. Membuat pengolahan citra secara digital dimungkinkan dalam USG.
Pada prinsipnya, ada tiga komponen mesin USG.
¨      Transduse.
Ini adalah komponen yang dipegang dokter atau tenaga medis. Fungsinya adalah mengalirkan gelombang suara  dan menerima pantulannya dan mengubah gelombang akusitik ke sinyal elektronik.
¨      Monitor.
Alat ini berfungsi memunculkan gambar.

¨      Mesin USG
Alat ini berfungsi mengubah pantulan gelombang suara menjadi gambar di monitor. Tugasnya mirip dengan central processing unit (CPU) pada computer personal.

SKEMA CARA KERJA USG
  1. Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostate. Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disallurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal di sini adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh computer yang dapat dibaca oleh computer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar
  1. Monitor
Monitor yang digunakan dalam USG
  1. Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG di mana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat komponen komponen yang sama seperti pada CPU pada PC.
Cara USG merubah gelombang menjadi gambar :
Dimulai daripemahaman akan adanya satu interaksi inti atom denganmedan magnet di sekitar tahun 1940 an, kemudian berkembang pemanfaatannya untuk keperluan MI, karena pada dasarnya tubuh manusia, 75 % adalah molekul air, dimana atom hydrogen adalah salah satu komponen penyusun molekul air. Karena tiap atom Hidrogen secara alami berputar ( spinning ), sehingga menghasilkan momen magnet yang dapat dibayangkan seperti batang magnet yang kecil. Tetapi karena orientasi yang acak, sehingga total dari momen magnet tersebut tidak menghasilkan informasi yang dapat dimanfaatkan. Dalam medan magnet yangrelatif kuat, kira-kira lebih dari 20.000 kali dari kuat medan magnet bumi, momen magnet tiap magnet Hidrogen dapat dibuat sejajar dengan arah medan magnet yang digunakan. Untuk membuat suatu citra jaringan sel yang diinginkan, pulsa dalam radio frequency ( RF ) ditranmisikan dari antenna khusus, untuk memaksa orientasi momen magnet yang telah sejajar berubah dari posisi awal. Kemudian setelah pengaruh pulsa ( RF ) hilang, orientasi momen magnet dari atom Hidrogen berbondong-bondong kembali ke posisi awal ( sejajar dengan medan magnet ), sambil meng-emisi-kan sinyal radio yang lemah pada frequency tertentu. Kemudian dengan coil, sinyal radio itu dideteksi dan dianalisa serta diolah dengan komputer digital untuk menghasilkan suatu citra.

SIKLUS MENSTRUASI


Pengertian
Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormone reproduksi . Periode ini penting dalam hal reproduksi.  Pada manusia  hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopouse.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.

Siklus menstruasi dibagi atas empat fase.
       1. Fase menstruasi

Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormone sex. Hali ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.
2.  Fase praovulasi

Yaitu, masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.
3.  Fase ovulasi

Masa subur atau Ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita dimana sel telur yang matang siap untuk dibuahi. Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi maka kemungkinan terjadi kehamilan.
Menentukan masa subur



Beberapa metode dalam menentukan masa subur dapat dilihat dengan beberapa cara:
1.   Perubahan Periode Menstruasi
2.  Perubahan Lendir Servik
3.  Perubahan Suhu Basal Tubuh

    4. Fase Pasca Ovulasi
Yaitu, masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium  menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi  fertilisasi, maka hormon sex dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali.

Tanda atau Gejala
Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat terjadi pada saat masa menstruasi:
§  Perut terasa mulas, mual dan panas.
§  Terasa nyeri saat buang air kecil
§   Tubuh tidak fit.
§  Demam
§  Sakit kepala dan pusing.
§  Keputihan
§  Radang pada vagina
§  Gatal gatal pada kulit
§  Emosi meningkat.
§  Nyeri dan bengkak pada payudara
§  Bau badan tidak sedap

Penanggulangan
Saat menstruasi, rasa nyeri akibat kram menstruasi seringkali datang. Bisa hanya samar-samar atau sangat nyeri. Kondisi ini memang sedikit menggangu saat menstruasi. Kondisi yang dalam istilah medisnya disebut dysmenorrhea ini biasanya terjadi di perut bagian bawah.Untuk mengurangi nyeri saat haid, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
§  Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi.  Kekurangan cairan akan membuat nyerinya semakin terasa. Usahakan untuk minum air hangat untuk meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.
§  Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan dalam air lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.
§  Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang cukup mudah untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
§  Hindari meminum minuman yang mengandung kafein karena bisa memicu iritasi pada usus halus..
§  Meminum teh beraroma mint. Lebih baik jika diminum dalam keadaan hangat.
§  Melakukan peregangan pada pagi hari dapat melancarkan pereedaran darah dan sekaligus mengurangi rasa nyeri

Kelainan pada Menstruasi
§  Menstruasi yang menyakitkan atau dysmenorrhea.
Dysmenorrhea pertama biasanya dihubungkan dengan naiknya kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi, yang menyebabkan rasa sakit. Dysmenorrhea kedua merupakan tanda suatu kelainan mendasar. Dysmenorrhea kedua ini mempengaruhi wanita yang belum pernah menstruasi sebelumnya.Kelainan reproduksi, endometriosis, atau fibroids dapat menimbulkan menstruasi dengan rasa sakit, dan satu-satunya cara untuk mengetahui penyebabnya secara pasti adalah dengan memeriksakannya ke dokter. Gejala dysmenorrhea termasuk rasa sakit pada punggung bagian bawah atau kaki, kram perut, atau sakit pada tulang panggul. Kelainan menstruasi ini dapat menunjukkan ketidaksuburan.
§  Menstruasi yang sangat hebat, atau menorrhagia.
Ketidakseimbangan hormon atau kelainan rahim dapat menyebabkan volume darah menstruasi yang sangat tinggi, namun Dr Minkin mengatakan bahwa penyebabnya tidak selalu jelas. Jika wanita mengalami menstruasi selama tujuh hari atau lebih, dan darah yang keluar tidak tertampung lagi oleh pembalut, maka kemungkinan ia menderita menorrhagia. Darah yang menggumpal juga sebenarnya normal, namun gumpalan darah dalam jumlah besar merupakan tanda "heavy periods".Menorrhagia dapat menyebabkan anemia. jadi pastikan Anda mengonsumsi cukup banyak zat besi. Daging yang tidak berlemak, sayuran hijau, sereal, oatmeal, kacang kedelai rebus, dan kacang-kacangan lain, merupakan sumber zat besi yang baik. Anda mungkin membutuhkan obat-obatan dari dokter untuk mengatasi menstruasi yang berlebihan atau anemia, namun pastikan bahwa dokter tahu jika misalnya Anda sedang berusaha hamil.
§  Menstruasi tidak teratur, atau oligomenorrhea.
Menstruasi yang tidak dapat diprediksi datangnya termasuk normal, namun hanya bila hal ini terjadi pada tahun pertama wanita mengalami menstruasi dan saat perimenopause (tahun-tahun menjelang menopause). Ketidakseimbangan hormon atau kelainan juga menyebabkan haid tidak teratur, yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan dan kesempatan wanita untuk mendapatkan bayi.
§  Tidak mengalami menstruasi atau amenorrhea.
Jika wanita tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan, kemungkinan ia sedang hamil. Namun penyebab lainnya bisa juga karena ia mengalami amenorrhea, perimenopause, atau menopause. Penyebab yang paling umum dari absennya menstruasi adalah kehamilan. Amenorrhea juga merupakan efek samping dari penyakit, stres, latihan terlalu berat, atau turunnya berat badan yang terlalu banyak. Jika wanita tidak menstruasi, bisa jadi ia tidak berovulasi (tidak melepas telur setiap bulan). Jika tidak berovulasi maka ia akan kesulitan hamil. Penderita sebaiknya menghindari diet dan latihan yang ketat.

Selasa, 06 Desember 2011

Jenis Vaksin Program Imunisasi



a.      Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin)

Deskripsi

Vaksin BCG adalah vaksin bentuk beku kring yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang sudah dilemahkan dari strain Paris No. 1173.P2. (Vademesum Bio farma Jan 2002)

Indikasi:

Untuk pemberian kekebalan aktif tuberkulosa.
Kemasan:
q Kemasan dalam ampul, beku kering, 1 box berisi 10 ampul vaksin.
q Setiap 1 ampul vaksin dengan 4 ml pelarut NaCI 0,9 % = 80 dosisi, namun effektivitas pemakaian di lapangan 2-3 dosis.

 

Komposisi:

Setelah dilarutkan dengan 4 ml pelarut, taip ml vaksin mengandung: Basil BCG hidup 0,375 mg, Natrium Glutamat 1,875 mg dan Natrium 9 g.

 

Cara Peberian dan Dosisi:

q Sebelum disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu dengan 4 ml pelarut NaCI 0,9%. Melarutkan dengan menggunakan alat suntik steril dengan jarum panjang.
q Dosis pemberian: 0,05 ml, sebanyak 1 kali, untuk bayi 1 tahun
q Disuntikkan secara intrakutan di daerah lengan atas (insertio musculus deltodeus), dengan menggunakan alat suntik dosis tunggal yang steril dan jarum suntik No 26 G
q Vaksin yang sudah dilarutkan harus dgunakan sebelum lewat 3 jam.

Penyimpangan  dan Kedaluwarsa:
q Vaksin disimpan pada suhu +2 oC s/d + 8 oC kedaluwarsa selama 1 tahun.
q Pendistribusi dalam keadaan dingin dengan kotak vaksin beku (cold pack) dan hindari snar matahari langsung/ tidak lagsung. Panas dapat merusak vaksin. Pembekuan tidak merukas vaksin BCG.
q Pelarut disimpan pada suhu kamar, jangan di freezer.

Kontra Indikasi
Adanya penyakit kulit yang berat/ menahun seperti eksim, furunkulosis dan sebagainya. Mereka yang sedang menderita TBC.

b.      Vaksin DPT
Diskripsi:
Vaksin jerap DPT (Difteri Pertusis Tetanus) adalah vaksin yang terdiri dari toxoid difteri dan tetanus yang dimurnikan serta bakteri pertusis yang telah diinaktivasi dan teradsorbsi keadaan 3 mg/ml digunakan sebagai pengawet. Potensivaksin per dosis tunggal sedikitnya 4 IU pertusss, 30 Iu difteri dan 60 IU tetanus. Vademecum Bio forma Jan 2002).

Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan secara simulta terhadap difteri, tetanus dan bentuk rejan.

Kemasan
q Kemasan dalam vial
q 1 box vaksin terdiri dari 10 vial
q 1 vial berisi 10 dosis
q Vaksin berbentuk cairan

Komposisi:
setiap mengandung: Toksoid difteri yang dimunikan 40 Lf, Toksoid tetanus yang dimurnikan diinaltivasi 24 Ou, Aluminium fosfat 3 mg, Thimerosal 0,1 mg.

c.       Vaksin Polio (Oral Polio Vaksin)
Diskripsi:
Vaksin Oral Polio hidup adalah Vaksin Polio Trivalet yang terdiri dari virus polimyelitis tipe 1,2 dan 3 (stain Sabin) yang sudah dilemahkan, dibuat dalam biakan jaringan ginjal kera dan distabilkan dengan (Vademecum Bio farma Jan 2002)

Indikasi:
Untuk pemberian kekealan aktif terhadap Polimyelitis

Kemasan:
q 1 box vaksin terdiri dari 10 Vial
q 1 vial berisi 10 dosis
q Vaksin polio disertai 1 buah penetes (Dropper) terdapat dari bahan plastik

Komposisi:
Setiap dosisi (2tetws = 0,1ml) mengandung virus polio tidak kurang dari :
Tipe 1 : 106.0 CCID50
Tipe 2 : 105.0 CCID50
Tipe 3: 105.5.5 CCID50

Cara pemberian dan dosisi:
q Sebelum digunakan pipet penetes harus dipasngkan pada vialvaksin.
q Diberikan secara oral, 1 dosisi adalah 2 (dua) tetes sebanyak 4 kali (dosis) pemberian, dengan interval detiap dosis minimal 4 minggu.
q Setiap membuka vial baru harus menggunakan penetes (dopper) yang baru.
q Di unit pelayanan statis, vaksin polio yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 2 minggu dengan ketentuan:
1)      Vaksin belum kedaluarsa
2)      Vaksin disimpan dalam suhu 20C  s/d  80C
3)      Tidak pernah terendam air
4)      Sterilitasnya terjaga
5)      VVM masih dalam kondisi A atau B
q Sedangkan di Posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya.

          Penyimpanan dan kedaluarsa

q Penyimpanan di Propinsi/ Kabupaten, vaksin disimpan pada suhu –150C s/d -250C pendistribusian dalam keadaan dingin menggunakan kotak dingin beku (cold pack) dan hindari sinar kotak dingin beku/ tidak langsung.
q Vaksin polio tidak rusak pada pembekuan
q Penyimpanan d Puskesmas dan Pelayanan Rumah sakit disimapn pada suhu +20C s/d +80C
q Kadaluarasa 6 bulan bila disimpan pada suhu +20C s/d +80C dan  tahun bila disimpan pada suhu - 150C s/d - 250C


Efek Samping:
Pada umumnya tidak terdapt efek samping. Efek samping berupa paralisis yang disebabkab oleh vaksin sangat jarang terjadi (kurang dari 0,17 : 1.000.000; Bull WHO 66: 1988)

Kontraindikasi:
Pada individu yang menderita “immune deficiency”. Tidak ada efek yang berbahaya yang timbul akibat pemebrian OVP pada anak yang sedang sakit. Namun jika ada keraguan, misalnya sedang menderita diare, maka dosis ulang dapat diberikan setelah sembuh. Bagi individu yang terinfeksi oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus) baik yang tanpa gejala maupun dengan gejala baik yang tanpa gejala , imunisasi OPV harus berdasarkan standar jadwal tertentu.

d.      Vaksin Campak
Diskripsi:
Vaksi Campak merupakan vaksin virus hidup yang dilemahkan. Setiap dosis (0,5 ml) mengandung tidak kurang dari 1000 infective unit virus strain CAM 70 dan tidak lebih dari 100 mcg rsidu kanamycin dan 30msg residu erythomycin. Vaksin ini berbentuk vaksin beku kering yang harus dilarutkan dengan aquabidest steril. (Vademecum Bio farma Jan 2002)

Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit Campak

Kemasan:
q I box vaksin terdiri 10 Vial1
q vial berisi 10 dosis
q 1 box pelarut berisi 10 ampul @ 5 ml
q Vaksin ini berbentuk beku kering

Komposisi:
Tiap dosis vaksin yang sudah dilarutkan mengandung:
Virus Campak       1.000 CCID50
Kenamycin Sulfat    100 mcg
Erithomycin              30 mcg

Cara Pemberian dan dosisi:
q Sebelum disuntikkan vaksin Campak terlebih dahulu harus dilarutkan dengan pelarut steril yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut aquabidest
q Dosis pemberian 0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan atas, pada usia 9-11 bulan. Dan setelah (booster) pada usia 6-7 tahun (kelas 1 Sd setelah catch-up campaign campak pada anak Sekolah Dasar kelas 1-6.
q Vaksin campak yang sudah dilarutkan hanya boleh digunakan maksimum  jam.

Penyimpanan dan kedaluarsa
q Penyimpanan vaksin pada suhu +20C s/d +80C. pengangkutan dalam keadaan dingin menggunakan kotak dingin beku (cold pack) dan hindari sinar matahari langsung/ tidak langsung.
q Pembekuan tidak merusak vaksin campak
q Kedaluwarsa setelah 2 tahun bila disimpan di 2-8 0C
q Pelarut disimpan pada suhu kamar, tidak perlu dilmari es, pelarut tidak bolej beku jadi jangan disimpan dalam freezer.

Efek Samping;
Hingga 15% pasien dapat mengalami demam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah vaksinasi.

Kontraindikasi:
Individu yang mengidap penyakit immune dificiency atau individu yang diduga
Menderita ganggunan espon imun karena leukimia, lymphoma.



e.       Vakssin Hepatitis B.
Diskripsi:
Vaksin Hepatitis B rekombinan adalah vaksin virus recombinan yang telah dinaktivasikan dan bersifat non-infeksius, berasal dari HbsAg yan dihasilkan dalam sel ragi (Hansenula polymorpha) menggunakan tenologi DNA rekombinan. Vaksin ini merupakan suspensi berwarna putih yang diprosuksi dari jaringan sel ragi yang mengandung gene HbsAg, yang dimurnikan dan diinaktivasi melalui beberapa tahap proses fisiko kimia seperti ultrasentrifuse, kromatografi kolom, dan perlakuan dengan farmaldehid.
(Vademecum Bio farma Jan 2002)

Indikasi:
q Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B
q Tidak dapat mencegah infeksi virus lain seperti virus Hepatitis A atau C atau yang diketahui dapat menginfeksi hati.

Kemasan:
q Vaksin Hepatitis B adalah vaksin yang erbentuk cairan
q Vaksin Hepatirtis Ba teridiri dari 2 kemasan:
o   Kemasan dalam Prefill Injection Device (PID)
o   Kemasan dalam Vial
q 1 box vaksin Hepatitis B PID terdiri dari 100 HB PID.
q 1 box vaksin Hepatitis B vial terdiri dari 10 vial @ 5 dosis

Komposisi:
Setiap 0,5 ml vaksin mengandung HbsAg 10 cg yang yeradsorbsi pada Aluminium hidroksida 0,25 mg. Seluruh formulih mengandung Thimerosal 0,01 w/v% sebagai pengawet.

Cara pemberian dan dosis:
q Sebelum digunakan digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen.
q Sebelum disuntikkan, kondisikan vaksin hingga mencapai suhu kamar
q Vaksin disuntikka dengan dosis 0,5 ml atau 1 (buah) HB
q Vaksin dsuntikan dengan dosis 0,5 ml atau 1 (buah) HB ADS PID, pemberian suntikkan secara intra muskuler, sebaiknya pada aterolateral paha.
q Pemberian sebanyak 3 dosis
q Dosisi pertama diberikaan pada usia 0-7 hari, dosis berikutnya degan interval minimun 4 minggu dengan ketentuan:

1)          Vaksin belum kedaluarsa
2)          Vaksin disimpan dalam suhu 20C s/d 80C
3)          Tidakpernah terendam air
4)          Sterilitasnya terjaga
5)          VVM masih dalam lagi untuk hari berikutnya
q Sedangkan di posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya

Penyimpanan dan kedaluarsa:
q Vaksin pada suhu +20C s/d +80C. pengangkutan dalam keadaan dingin menggunakan kotak digin cair (cool pack)  dan hindari panas berlebihan, sinar matahari langsung/ tidak langsung.
q Vaksin HB rusak terhadap suhu dibawah 00C
q Kedaulatan setelah 26 bila disimpan pada suhu 2-80C.
q Di tingkat Bidan Desa (BDD) vaksin dapat disimpan pada suhu ruang selama VVM masih bagus (kondisi A dan B).

Efek Samping:
Reaksi lokal seperti ras sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanyahilang setelah 2 hari.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap komponen vaksin. Sam halnya seperti vaksin-vaksin lin, vaksin ini tidak boleh diberikan kepada penderita infeksi berat yang disertai kejang.

f.       Vaksin DPT-Hepatitis B
Diskripsi:
Vaksin mengandung DPT berupa toxoid difenteri dan toxid tetanus yang dimuenikan dan pertusis yang inaktifikasi serta vaksin hepatitis B yang merupakan sub unit vaksin virus yang mengandung HbsAg murni dan bersifat non infectious. Vaksin hepatitis B ini merupakan vaksin DNA rekombinan yang berasal dari HbsAg yang diproduksi melalui teklnologi DN rekombinan pada sel ragi (Vademcum Bio Forma Jan 2002)

Indikasi
q Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit difeteri, tetanus, petusis dan hepatitis B

Kemasan:
q 1 box vaksin DPDT-Hepatitis B vial terdiri dari 10 vial @ 5 dosis
q Warna vaksin putih keruh seperti vaksin DPT

Cara pemberian dan dosis:
q Pemberian dengan cara intra muskuler, 0,5 ml sebanyak 3 dosis
q Dosis pertama pada usia 2 bulan, dosis selanjutnya dengan interval minimal 4 minggu (1bulan)
q Dalam pelayanan di unit statis, vaksin yang sudah dibuka dapat dipergunakan paling lama 4 minggu dengan penyimpanan sesuai ketentuan:
1)          Vaksin belum kedaluarsa
2)          Vaksin disimpan dalam suhu 20C s/d 80C
3)          Tidak pernah terendam air
4)          Sterilitasnya terjaga
5)          VVM masih dalam kondisi A atau B

Penyimpanan dan kedaluarsa:
q Vaksin disimpan pada suhu +20C s/d  +80C . pengangkutan dalam keadaan dingin menggunakan kotak dingin cair (cool pack)  dan hindari sinar matahari angsung/ tidak langsung.
q Kedaluarsa setelah 24 bulan (2 tahun) bila disimpan pada suhu 2-80C