Minggu, 08 Januari 2012

PENANGANAN BAYI BARU LAHIR


PRINSIP DASAR

Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelum bayi dilahirkan, melalui pelayanan kesehatan yang diberikan dini terhadap faktor-faktor yang memperlemah kondisi seseorang ibu hamil perlu dipriorotaskan, seperti gizi yang rendah, anemia, dekatnya jarak antar kahamilan, danburuknya higene. Di samping itu perlu dilakukan pula pembinaan kesehatan mrantal yang meliputi: 1) perdarahan, 2) hipertensi, 3) infeksi, 4) kelahiran preterm/ bayi berat lahir rendah, 5)asfiksia, dan 6) hipoternia.
Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih 50% kematian bayi dalam periode neonatal yaitu dalam bulan pertama kehidupan. Kurang baiknya penanganan akibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian. Misalnya sebagai akibathipotermi pada bayi baru dapat terjadi cold stress yang selanjudnya dapat menyebabkan hipoksemia atau hiplikemia dan mengakibatkan kerusakan otak. Akibatnya adalah perdarahan otak, syok, beberapa bagian tubuh mengeras, dan keterlambatan tumbuh-kumbang. Contoh lain misalnya cairan lambang ke dalam paru-paru yang langsung terlalu lama dapat menimbulkan perdarahan otak, kerusakan otak dan kemudian keterlambatan tumbuh kembang. Tak kurang penting adalah pencegahan terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu pemotongan tali pusat, melalui mata, melalui telinga pada waktu persalinan atau pada waktu memandikan/ membersihkan bayi dengan bahan, atau cairan atau alat yang kurang bersih.
Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, perode neonatal merupakan periode yang paling kritis.pencegah asfiksia. Mempertahankan suhu tubuh bayi, terutama pada bayi berat rendah, pemberian air susu ibu (ASI) dalam usaha merupakan angka kematian oleh karena diare,pencegah terhadap infeksi,pemantauaan kenaikan berat badan dan stimulasi psikologis meruypakan tugas pokok bagi pemantau kesehatan bayi dan anak. Neotatus pada minggu-minggu perama sangat dipengaruhi oleh kondisi ibu pada waktu hamil dan melahirkan. Manajeman yang baik pada waktu masih dalam kandungan selama persalinan, segera sesudah dilahirkan, dan pemantauaan pertunbuhan dan perkembangan selanjudnya akan menghasilkan bayi yang sehat.




PENILAIAN KLINIK

Tujuannya adalah mengtahui derajat vitalitas dan mengukur reasi bayi terhadp tindakan resusutasi. Derajat vitalitas bayi adalah kemampuan sejumalah fungsi tubuh yang bersifat esensial dan kompleks untuk berlangsungnya kelangsungan hidup bayi seperti pernafasan, denyut jantung, sirkulasi darah dan refleks-refles primitif seperti mengihsap dan mencari putting susu. Pada saat kelahiran apabila bayi gagal menjadi biru atau pucat dan refleks-rerleks melemah sampai menghilang. Bila tidak segera ditangani secara tepat, cepat dan benar, keadaan umum bayi akan menurun dengan cepat dan mungkin meninggal. Pada beberapa bayi ini tetap mempunyai risiko tinggi untuk cacat di kemudian hari.

PENANGANAN BAYI BARU LAHIR

Tujuannya utamanya perawatan bayi segera sesudah lahir, ialah:
·         Membersihkan jalan napas,
·         Memotong dan merawat tali pusat,
·         Mempertahankan suhu tubuh bayi,
·         Identifikasi,
·         Pencegahan infeksi.
Pembersihan jalan nafas, perawatan tali pusat, perawatan mata, dan identfikasi adalah sgera dilakukan, kecuali abayi dalam keadaan krisis, dan dokter memberi intruksi khusus.

Membersihkan jalan napas


Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Apabila tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan dengan cara sebagai berikut.
·         Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat.
·         Gulung sepotong kain dan letakan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Posisi kepala diatur sedikit tengadah ke belakang.
·         Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril.
·         Tepuk kedua telapak kaki bayisebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Dengan angsangan ini biasanya bayi segera menangis.
-          Kekurangan zat asam pada bayi baru lahir dapat  menyebabkan kerusakan otak.
Sangat penting membersihkan jalan napas, sehingga upaya bayi bernapas tidak akan menyebabkan aspirasi lendir (masuknya lendir ke paru-paru).
·             Alat penghisap lendir mulut (DeLee) atau alat penghisap lainnya yang steril, tabung oksigen dengan segalangnya harus telah siap di tempat.
·             Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung.
·             Petugas harus memantau dan mencatat usaha napas yang pertama.
·             Warna kulit, adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut arus diperhatikan.
-          Bantuan untuk memulai bpernapasan mungkin diperlukan untuk mewujudkan ventilasi yang adekuat.
·         Dokter atau tenaga medis lain hendaknya melakukan pemompaan bila setelah 1 menit bayi tak bernapas.

Memotong dan merawat tali pusat


Tali pusat dipotong sebelum plasenta atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali pada bayi kurang bulan. Apabila bayi lahir tidak menangis, maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan tindakan resusitasi pada bayi. Tili pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan gunting steril dan diikat dengan pengikat steril. Apabila masih terjadi pendarahan dapat dibuta ikatan baru. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70 % atau povidon iodin 10% serta dibalut kasa steril. Pembalut tersebut diganti setiap hari dan setiap tali basah/ kotor.
·         Sebelum memotong tali pusat, dipastikan bahwa tali pusat, dipastikan tali pusat teah diklem dengan baik, untuk mencegah terjadinya pendarahan.membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan.
-          Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siapo di ambulans, dikamar bersalin, ruang penerima bayi dan ruang perawat bayi.
-          Guntiung steril jkuga siap.
-          Pantau kemungkinan terjadinya pendarahan dari tali pusat.

Mempertahankan suhu tubuh bayi


Pada waktu baru lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengatur dari luar untuk membatunya tetap hagat. Bayi baru lahir  harus dibungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu banyi harus dicatat.

Memberi vitamin K


Kejadian pendarahaan krena defisiensi Vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi, berkisar 0,25-0,5%. Untuk mencegahterjadinya pendarahan tersebut, semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi Viamin K peroeal 1 mg/hari selama 3 hai, sedangkan bayi tinggi diberi Vitamin K parental dengan dosis 0,5-1mg I.M.

Memberi obat tetes/ salep mata


Di beberapa negara perawatan mata bayi baru lahir secara hukum diharuskan untuk mencegah terjadinya oftalmia neonatorum. Di daerah di mana prevalensi gonorea tinggi, setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata  sesuda 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% diajukan untuk mencegah penyakitmata karena klamidia (penyakit menular seksual).
·         Perawatan mata harus dikerjakan segera. Tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat, dan harus dicatcat di dalam status termasuk obat apa yang digunakan.
·         Yang lazim dipakai adalah larutn Perak Nitrat atau Neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah bayi lahir.
-          Peralatan untuk perawatan mata harus siap di ruang peerimaan/ persalinan, ruang rawat bayi, termasuk:
·         Obat-obatan,
·         Perlengkapan berisi:
a)      Alat tetes mata,
b)      Gelas obat kecil steril dan kapas,
·         Cairan NaCI untuk irigasi mata (bila yang dipakai Perak Nitrat).
-          Perubahan warna dari cairan penetes berarti telah terjadi perubahan kimia sehingga tak dapat dipaki lagi.
·         Petugas hendaknya secara rutin meneliti terjadinya perubahan warna pada cairan obat yang dipakai atau adanya kristal yang timbul yang mungkin terjadi apabila suhu ruangan melebihi melebihi 340C.


Identifikasi bayi

Apabila bayi dilahirkan di tempat bersalin yang persalinannya lebih dari satu persalinan, maka sebuah alat penenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus di tempatkan dampai waktu bayi dipulangkan.
·         Peralatan identifikasi bayi yang baru lahir harus selalu tesedia di tempat penerimaan pasien, dikamar bersalin, dan ruang rawat bayi.
·         Alat yang digunakan hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas.
·         Pada alat/ gelang identifikasi harus tercantum:
-          Nama (Bayi, Nyonya),
-          Tanggal lahir,
-          Nomor bayi,
-          Jenis kelamin,
-          Unit,
-          Nama lengkap ibu.
·         Di setiap tempat tidur diberitanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir nomor identifikasi.
Sidik telapak kaki bayi dan disik jari ibu harus di catat yang tidak mudah hilang. Sidik telapak kaki bayi harus dibuat oleh personil yang berpengalaman menerapkan cara ini, dan dibuat dalam catatan bayi. Bantuan sidik kaki harus disimpan dalam ruangan bersuhu kamar.
Ukurlah berat lahir, panjang bayi, lingkar kepala, lingkar perut dan catat dalam rekam medik.

Pemantauan bayi baru lahir

Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi maslah kesehatan bayi lahir yang memerlukan perhatian kelurga dan penolong persalinna serta tidak lanju petugas kesehatan.
·         Dua jam pertama sesudah lahir
Hal-hal yang dinilai waktu pemantauan bayi pada jam pertama sesudah lahir meliputi:
-          Kemampuan menghisap kuat atau lemah,
-          Bayi tamnpak atif atau lunglai,
-          Bayi kemerahan atau biru.

·         Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya
Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaiaan terhadap ada tidaknya maslah kesehatan yang memerlukan tindakan lanjut, seperti:
-          Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan,
-          Gangguan pernafasan,
-          Hipotermia,
-          Infeksi,
-          Cacat bawah dan trauma lahir.

YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA BAYI BARU LAHIR
Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling
Perlu dkenali kurangnya reaksi terhadap rayuan, rangsangan sakit, atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan.
Keaktifan
Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetri pada suatu bangaun. Adanya tremor pada bibir, kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal, tetapi bila hal ini terjadi pada waktu tidur, kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dikalukan pemeriksaan lebih lanjut.
Simetri
Apakah secara keseluruhan badan seimbang.
Kepala
Apak tidak simetris, berupa tumor lunak di belakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang, sebagai akibat proses kelahiran, atau tumor lunak hanya di belahan kiri atau kanan tengah bujur kepal. Ukur kepala.
Muka wajah
Bayi tanpa ekpresi.
Mata
Diperhatiakan tandanya tanda-tanda pendarahan berupa bercak merah yang akan menghilang dalam waktu 6 minggu.
Mulut
Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. Ila terdapat sekret yang berlebihan, kemungkinan ada kelainan bawah saluran cerna.
Leher, dada, abdomen
Melihat adanya cedera akibat permalinan. Ukur lingkar perut.
Punggung
Adakah benjol/tumor atan tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna.
Bahu, tangan, sendi, tungkai
Perlu diperhatikan bentuk, gerakannya, fraktur, paresis.
Kelancaran menghisap dan penrcernaan
Harus diperhatikan.
Tinjau dan kemih
Diharapkan keluar dalam 24 jam pertama. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar, tanpa keluarnya tinja, disertai muntah, dan mungkin dengan kulit kebiruan, harap segera konsultasi untuk pemerksaan lebih lanjut.
Refleks
Refleks rooting, bayi menoleh ke arah benda yang akan menyentuh
pipi.
Refleks isap terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir, yang di-sertai redleks menelan.
Refleks Moro ialah timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabila kepala tiba-tiba digerakkan.
Refleks mengeluarkan lidah terjadi apabila diletakkan benda I dalam mulut, yang sering ditsfsirkan bayi menolak makan/minuman.
Berat badan
Sebaiknya tiap hari dipantau. Penurunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir, menunjukan kekuranag cairan.

YANG PERLU DIPANTAU PADA BAYI BARU LAHIR

·         Suhu badan dan lingkungan
·         Tanda-tanda vital
·         Berat badan
·         Mandi dan perawatan kulit
·         Pakaian
·         Perawatan tali pusat

Pemantauan tanda-tanda vital
·         Suhu tubuh bayi diukur melalui dubur dan ketiak
·         Pada pernapasan normal, perul dan dada bergerak hampir bersamaan tanpa adanya retraksi, tanpa terdengar suara pada waktu inspirasi maupun ekspirasi. Gerak pernspasan 30-50 kali per menit.
·         Nadi dapat dipantau di semua titik-titik nadi perifer.
·         Tekanan darah dipantau hanya bila ada indikasi.
Mencatat hasil pantauan merupakan satu cara kerjasama seluruh tim dalam membuat progam perawatan. Pencegah lebih bermanfaat dan ekonomis dari pada pengobatan.

PENILAIAN BAYI UNTUK TANDA-TANDA KEGAWATAN

Semua bayi baru lahir dinilai adanya tanda-tanda kegawatan/kelainan yang menunjukkan suatu penyakit.

Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu beberapa tanda-tanda berikut.

·         Sesak napas
·         Frekuensi penapasan  60 kali/ menit
·         Gerak retraksi di dada
·         Malas minum
·         Panas atau suhu badan bayi rendah
·         Kurang aktif
·         Berat lahir rendah (1500-2500 gram) dengan kesulian minum

Tanda-tanda bayi sakit berat

Apabila terdapat salah satu atau lebih tanda-tanda berikut.
·         Sulit minum
·         Sianosis sentral (lidah biru)
·         Perut kembung
·         Periode apneu
·         Kejang/ periode kejang-kejang kecil
·         Merintih
·         Perdarahan
·         Sangat kuning
·         Berat badan lahir < 1500 gram.

USG


I.       PENGERTIAN
USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonic, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonic mulai diterapkan dalam bidang kedokteran.

II.    PENGGUNAAN
  1. Ultrasonic dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultasonik dalam menghancurkan sel sel atau jaringan “berbahaya” ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri dada)
  2. Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonic dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonic melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titik titik berintensitas rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika, menyempurnakan alat temuan  Dussik.
Tahun 1949, John Julian Wild, ahli bedah Inggris yang bekerja di Medico Technological Research Institute of Minnesota, berkolaborasi ddngan John Reid, seorang teknisi dari National Cancer Institute.  Mereka melakukan investigasi terhadap sel-sel kanker dengan alat ultrasonic. Beberapa jenis alat yang dibuat untuk kepentingan investigasi tersebut antara lain B-mode ultrasiound.transduser/alat pemindai jenis A-mode transvaginal, dan transrectal. Prinsip alat alat tersebut mengacu pada system radar. Oleh sebab itu mereka kemudian menyebutnya sebagai Tissue Radar Machine (mesin radar untuk deteksi jaringan). Beberapa hasil penelitian lanjutan yang cukup penting dalam bidang obstetric ginekologi antara lain ditemukannya metode penentuan ukuran janin (fetal biometry), tehnologi transduser/alat pemindai digital, transduser dua demensi dan tiga dimensi modern penghasil tampilan gambar jaringan yang lebih focus, dan penentuan jenlis kelamin janin dalam kandungan (Fetal Anatomic Sex Assignment/FASA).
Teknologi transduser digital sekira tahun1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonic yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas.
Penemuan computer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu tehnologi ini, Gelombang ultrasonic akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser, kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam computer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layer monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti ilnilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
  1. Peggunaan Dalam Kehamilan
a.       Konfirmasi kehamilan
Embrio dalam kandungan kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 5 minggu dan DJJ pada usia 7 minggu.
b.      Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan menggunakan ukuran tubuh fetus sehingga dapat memperkirakan kapan tanggal persalinan.
c.       Menilai pertumbuhan  dan perkembangan bayi dalam kandungan
d.      Ancaman keguguran jika terjadi perdarahan vaginal, USG dapat menilai kesehatan fetus.
e.       Placenta bermasalah, USG bisa menilai kondisi placenta, masalah-masalah placenta ( Placenta Previa )
f.       Kehamilan ganda
g.      Mengukur cairan ketuban
h.      Kelainan letak ( letsu, letli, let. muka, dll ), kelainan janin ( hydrocepalus, ancepalus, kelainan jantung, kromosom, bibir sumbing ).
i.        Mengetahui jenis kelamin


III. KAPAN  SEBAIKNYA USG DILAKUKAN ?
Ø  Umumnya pada kehamilan minggu ke 7 untuk memastikan kehamilan, menilai detak jantung janin, mengukur panjang janin, untuk menilai usia kehamilan.
Ø  USG selanjutnya dilakukan pada kehamilan  18 – 21, untuk menilai kelainan conginital, kelainan bentuk, posisi, placenta, DJJ, juga untuk menilai perkembangan janin. Pada pemeriksaan di minggu ini,  anda mungkin dapat juga mengetahui jenis kelamin bayi anda.
Ø  USG yang ketiga dilakukan pada kehamilan minggu ke 34 untuk mengevaluasi ukuran fetus dan menilai pertumbuhan fetus, pergerakan dan pernafasan, detak jantung bayi juga jumlah air ketuban di sekeliling bayi serta posisi bayi dan placenta.

IV. CARA KERJA
Dalam bagian pengantar telah dijelaskan secara singkat mengenai cara kerja dari USG yang mempergunakan alat yang disebut transduser di mana di dalam USG gelombang ultrasonic akan melalui proses berikut, pertama, gelombang akan diterima trasnduser,. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam computer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Ultrasionography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal sampai saat ini.
Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa membuat sayatan atau luka (non-invasive).
Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik pendeteksian hasil itu sendiri untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI. Oleh karena itu USG memerlukan computer untuk menyempurnkan hasil yang ditampilkan. Perkembangan tranduser ultarasonik dengan kemampuan resolusi yang baik, diikuti dengan makin majunya teknologi computer digital serta perangkat lunak pendukungnya. Membuat pengolahan citra secara digital dimungkinkan dalam USG.
Pada prinsipnya, ada tiga komponen mesin USG.
¨      Transduse.
Ini adalah komponen yang dipegang dokter atau tenaga medis. Fungsinya adalah mengalirkan gelombang suara  dan menerima pantulannya dan mengubah gelombang akusitik ke sinyal elektronik.
¨      Monitor.
Alat ini berfungsi memunculkan gambar.

¨      Mesin USG
Alat ini berfungsi mengubah pantulan gelombang suara menjadi gambar di monitor. Tugasnya mirip dengan central processing unit (CPU) pada computer personal.

SKEMA CARA KERJA USG
  1. Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostate. Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disallurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal di sini adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh computer yang dapat dibaca oleh computer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar
  1. Monitor
Monitor yang digunakan dalam USG
  1. Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG di mana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat komponen komponen yang sama seperti pada CPU pada PC.
Cara USG merubah gelombang menjadi gambar :
Dimulai daripemahaman akan adanya satu interaksi inti atom denganmedan magnet di sekitar tahun 1940 an, kemudian berkembang pemanfaatannya untuk keperluan MI, karena pada dasarnya tubuh manusia, 75 % adalah molekul air, dimana atom hydrogen adalah salah satu komponen penyusun molekul air. Karena tiap atom Hidrogen secara alami berputar ( spinning ), sehingga menghasilkan momen magnet yang dapat dibayangkan seperti batang magnet yang kecil. Tetapi karena orientasi yang acak, sehingga total dari momen magnet tersebut tidak menghasilkan informasi yang dapat dimanfaatkan. Dalam medan magnet yangrelatif kuat, kira-kira lebih dari 20.000 kali dari kuat medan magnet bumi, momen magnet tiap magnet Hidrogen dapat dibuat sejajar dengan arah medan magnet yang digunakan. Untuk membuat suatu citra jaringan sel yang diinginkan, pulsa dalam radio frequency ( RF ) ditranmisikan dari antenna khusus, untuk memaksa orientasi momen magnet yang telah sejajar berubah dari posisi awal. Kemudian setelah pengaruh pulsa ( RF ) hilang, orientasi momen magnet dari atom Hidrogen berbondong-bondong kembali ke posisi awal ( sejajar dengan medan magnet ), sambil meng-emisi-kan sinyal radio yang lemah pada frequency tertentu. Kemudian dengan coil, sinyal radio itu dideteksi dan dianalisa serta diolah dengan komputer digital untuk menghasilkan suatu citra.

SIKLUS MENSTRUASI


Pengertian
Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormone reproduksi . Periode ini penting dalam hal reproduksi.  Pada manusia  hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopouse.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.

Siklus menstruasi dibagi atas empat fase.
       1. Fase menstruasi

Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormone sex. Hali ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.
2.  Fase praovulasi

Yaitu, masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.
3.  Fase ovulasi

Masa subur atau Ovulasi adalah suatu masa dalam siklus menstruasi wanita dimana sel telur yang matang siap untuk dibuahi. Apabila wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi maka kemungkinan terjadi kehamilan.
Menentukan masa subur



Beberapa metode dalam menentukan masa subur dapat dilihat dengan beberapa cara:
1.   Perubahan Periode Menstruasi
2.  Perubahan Lendir Servik
3.  Perubahan Suhu Basal Tubuh

    4. Fase Pasca Ovulasi
Yaitu, masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium  menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi  fertilisasi, maka hormon sex dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali.

Tanda atau Gejala
Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat terjadi pada saat masa menstruasi:
§  Perut terasa mulas, mual dan panas.
§  Terasa nyeri saat buang air kecil
§   Tubuh tidak fit.
§  Demam
§  Sakit kepala dan pusing.
§  Keputihan
§  Radang pada vagina
§  Gatal gatal pada kulit
§  Emosi meningkat.
§  Nyeri dan bengkak pada payudara
§  Bau badan tidak sedap

Penanggulangan
Saat menstruasi, rasa nyeri akibat kram menstruasi seringkali datang. Bisa hanya samar-samar atau sangat nyeri. Kondisi ini memang sedikit menggangu saat menstruasi. Kondisi yang dalam istilah medisnya disebut dysmenorrhea ini biasanya terjadi di perut bagian bawah.Untuk mengurangi nyeri saat haid, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
§  Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi.  Kekurangan cairan akan membuat nyerinya semakin terasa. Usahakan untuk minum air hangat untuk meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.
§  Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan dalam air lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.
§  Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang cukup mudah untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
§  Hindari meminum minuman yang mengandung kafein karena bisa memicu iritasi pada usus halus..
§  Meminum teh beraroma mint. Lebih baik jika diminum dalam keadaan hangat.
§  Melakukan peregangan pada pagi hari dapat melancarkan pereedaran darah dan sekaligus mengurangi rasa nyeri

Kelainan pada Menstruasi
§  Menstruasi yang menyakitkan atau dysmenorrhea.
Dysmenorrhea pertama biasanya dihubungkan dengan naiknya kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi, yang menyebabkan rasa sakit. Dysmenorrhea kedua merupakan tanda suatu kelainan mendasar. Dysmenorrhea kedua ini mempengaruhi wanita yang belum pernah menstruasi sebelumnya.Kelainan reproduksi, endometriosis, atau fibroids dapat menimbulkan menstruasi dengan rasa sakit, dan satu-satunya cara untuk mengetahui penyebabnya secara pasti adalah dengan memeriksakannya ke dokter. Gejala dysmenorrhea termasuk rasa sakit pada punggung bagian bawah atau kaki, kram perut, atau sakit pada tulang panggul. Kelainan menstruasi ini dapat menunjukkan ketidaksuburan.
§  Menstruasi yang sangat hebat, atau menorrhagia.
Ketidakseimbangan hormon atau kelainan rahim dapat menyebabkan volume darah menstruasi yang sangat tinggi, namun Dr Minkin mengatakan bahwa penyebabnya tidak selalu jelas. Jika wanita mengalami menstruasi selama tujuh hari atau lebih, dan darah yang keluar tidak tertampung lagi oleh pembalut, maka kemungkinan ia menderita menorrhagia. Darah yang menggumpal juga sebenarnya normal, namun gumpalan darah dalam jumlah besar merupakan tanda "heavy periods".Menorrhagia dapat menyebabkan anemia. jadi pastikan Anda mengonsumsi cukup banyak zat besi. Daging yang tidak berlemak, sayuran hijau, sereal, oatmeal, kacang kedelai rebus, dan kacang-kacangan lain, merupakan sumber zat besi yang baik. Anda mungkin membutuhkan obat-obatan dari dokter untuk mengatasi menstruasi yang berlebihan atau anemia, namun pastikan bahwa dokter tahu jika misalnya Anda sedang berusaha hamil.
§  Menstruasi tidak teratur, atau oligomenorrhea.
Menstruasi yang tidak dapat diprediksi datangnya termasuk normal, namun hanya bila hal ini terjadi pada tahun pertama wanita mengalami menstruasi dan saat perimenopause (tahun-tahun menjelang menopause). Ketidakseimbangan hormon atau kelainan juga menyebabkan haid tidak teratur, yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan dan kesempatan wanita untuk mendapatkan bayi.
§  Tidak mengalami menstruasi atau amenorrhea.
Jika wanita tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan, kemungkinan ia sedang hamil. Namun penyebab lainnya bisa juga karena ia mengalami amenorrhea, perimenopause, atau menopause. Penyebab yang paling umum dari absennya menstruasi adalah kehamilan. Amenorrhea juga merupakan efek samping dari penyakit, stres, latihan terlalu berat, atau turunnya berat badan yang terlalu banyak. Jika wanita tidak menstruasi, bisa jadi ia tidak berovulasi (tidak melepas telur setiap bulan). Jika tidak berovulasi maka ia akan kesulitan hamil. Penderita sebaiknya menghindari diet dan latihan yang ketat.